Belum siap kehilangan (2)

 

Hari ini ku temukan suratmu. 

Aku baru akan membongkar barang-barang ku hari ini. Aku juga habis mencuci lemari plastikku. 

Hah apa nih? Aku kan gak pernah punya kertas kado yang coraknya seperti ini? Ah, paling isinya kitab ku yang belum dikembalikan. Eh, ternyata rapotku isinya. Haha. Siapa lagi yang suka iseng begini kalo bukan si Hestiana Roazah?!

Cek lagi ah kertas pembungkusnya siapa tau ada suratnya. Loh...gaada. Pas gak sengaja mau iseng buka rapot malah ketemu suratnya. Sial potonya ditempel cuyy. Mana panjang bener suratnya. Gamau baca ah, ntar nangis lagi.

Tapi gak lama kemudian si tangan malah meraih kertas itu dan mata tanpa bisa ku ingatkan lagi malah membacanya.

Wih...sial aku menangis.

Entah kapan kau meletakkannya. Btw kalo misal kardus-kardus ku ini jadi aku selotip kira-kira akan kau letakkan dimana ya? Hehe.

Ternyata yang tidak rela bukan hanya aku kaupun sama. Sungguh tak pernah ku temukan sosokmu pada temanku yang lain. Yang selalu mengingatkan akan hal kebaikan, meski sungkan tetap kau katakan. 

Iya, pada suatu masa aku merasa kesepian. Kau menjauhiku, cuek banget, hingga aku berpikir pada akhirnya semua akan sendirian tanpa ada yang peduli.

Aku juga pernah berpikir masa iya kamu menjaga jarak kepadaku ini sebab mungkin tak lama lagi aku akan pergi. Kau bersiap kalau-kalau aku pergi kau sudah memiliki tempat dan kesibukan sendiri. Ku lalui hari-hariku dengan keyakinan seperti itu. Sebab aku juga tak merasa sedang marahan denganmu. Kalaupun iya ups, maaf ya betapa tidak pekanya aku hehe.

Saat canggung itu memang menyebalkan. Tapi ya sudah toh sekarang semuanya juga sudah berlalu. Buat apa dibahas berlarut-larut karena sekarang sudah jelas.

Kalau tidak salah kau pernah minta foto padaku ya? Aku lupa bagaimana aku menjawabnya. Tapi sebenarnya aku punya dan mau kuberikan padamu tapi lupa lagi malah gak tak kasih? Terus itu sebabnya kau tempelkan fotomu sendiri?? Haiss...dasar cerdas.

Iya gapapa...terimakasih atas ucapan selamatnya. Salahku juga yang saat itu lagi di rumah. 

Pikirkan saja apa yang buruk karena gaada yang baik dalam diriku ini.

Aku yang seharusnya bilang terimakasih telah mengajariku banyak hal.

Terimakasih ya telah berusaha mengajariku banyak hal.

See you too....

❤️💛💚💙🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dapat teman baru

Pengen boker