Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Kobongan

Gambar
Beberapa hari penuh drama. Yang pertama saat kami membersihkan perkakas kamar karena hendak kedatangan santri baru dari Trenggalek. Dengan sedikit terpaksa kami pun bangkit dari posisi ternikmat di dunia, rebahan. Merapikan kamar kemudian mencarikan lemari kosong, eh bukan. Mengosongkan lemari lebih tepatnya. Ngapain lemari di cari-cari orang udah ada di depan mata. Huhaha. Kami juga membereskan kabel-kabel yang berserakan. Memilah charger hape yang sudah rusak dan tidak digunakan lagi untuk dibuang. Saat itu berjumpalah kami dengan stopkontak (bahasa jawa : oler) yang sudah lama tak digunakan dan dinyatakan telah rusak. Ketika mengecek apakah stopkontak tersebut benar-benar sudah tidak dapat dipakai terjadilah hal yang tak diinginkan namun diinginkan terjadi. (Ini ngomong apa sih) Dengan menyolokkan stopkontak rusak itu ke stopkontak lainnya yang teraliri listrik kemudian mendadak aliran tersebut terputus begitu saja saat stopkontak rusak itu dicolokkan. Mbak Wi (nama samaran) ...

Pengen boker

Gambar
Biasanya setiap pagi tuh saya rutin ngecas Hp dan tiap pagi selama Hp saya dicas itu pula saya rutin juga untuk tidak membuka sosial media apapun. Eit...jangan heran. Pikiran saya sih sinpel aja gitu masa iya masih pagi-pagi buta begini saya sudah main ke dunia maya kalau di dunia nyatanya kita masih bisa lebih menikmati suasana yang asri ini. Mumpung di rumah aja saya bisa berada dibawah langit langsung tanpa adanya genting atau penghalang atap apapun. Saya biasa menghabiskan pagi saya dengan menyapu halaman. Yah, sambil menikmati udara sejuk pagi hari. Ciah... gayanya hhe.  Tapi pagi ini berbeda. Sebelum saya memulai ritual pagi saya seperti biasa saya menyempatkan diri untuk mengintip Wa saya. Entahlah, mungkin karena di luar masih gelap. Kemudian tanpa diduga sebuah pesan baru menyapa "ping". Isinya "bangun" wah ngapain nih orang, ngerti aja saya lagi online batin saya. Lalu pesan selanjutnya dia bilang "waktunya balik ke pondok".  Biasalah paling...

Kucing rumahan

Gambar
Hidup di rumah saja membuat saya hanya bergaul dengan kucing rumahan. Makan, tidur, wc, makan, tidur, wc begitu setiap hari. Hingga sejenak marga kemahasiswaan yang telah ku jalani tiga tahun terakhir ini terlupakan begitu saja. Tugas UAS yang seharusnya sudah tuntas kini terbengkalai. Disuatu kesempatan Ibu saya menanyakan apakah tugas kuliah saya sudah tuntas semua. Mungkin karena kemarin saat beliau bertanya kapan pembayaran ukt saya jawab asal-asalan bahwa UAS saja belum selesai. Entah kenapa beliau kerap sekali menanyakan hal tersebut. (Oh my! Jangan-jangan beliau ingin saya segera lulus? T.T) Dengan semangat tersebut hari ini saya bertekad untuk menjadi manusia lagi setelah berhari-hari menjadi kucing pemalas. Memaksa tubuh ini bangkit dari pulau kapuk memang bukanlah perkara yang mudah. Butuh sedikit keterpaksaan atau kalau tidak niscaya akan menjadi kucing malas lagi. (Ini bukan salah kucing ya. Emang sayanya aja yang salah pergaulan. Loh, tetep nyalahin kucing ujungnya?)...

Satu dari ribuan cerita

Gambar
Tak pernah sedikitpun terbersit dalam diri ini sebuah pedesaan di Gandusari yang bertempat di Blitar ini bernama Desa Kotes. Sebuah nama desa yang asing, namun itulah desa yang akan kami tinggali nanti ketika melaksanakan tugas kuliah yakni KKN. Nama saya Mila Roisatu Diniyah, tapi di posko saya dipanggil Ro’i. Awalnya iseng aja ketika ditanya namanya siapa saya jawabnya Roisa. Udah lazim aja dipanggil Mila atau Dini eh, malah keterusan dipanggil Ro’i atau Roy sama teman-teman di posko. Yaudah, lagi pula di posko juga ada yang panggilannya Milla, daripada bingung gak apa-apalah dipanggil Ro’i. Tapi maaf, selain di posko tidak ada yang mengenal saya sebagai Ro’i melainkan sebagai Mila atau Dini meskipun sedikit. Jadi kalau ada temen kamu yang mungkin kenal sama saya tanyanya jangan Ro’i tapi Mila saja ya, Mila Roisatu Diniyah. Setelah melalui rentetan acara pembekalan dan pelepasan yang diadakan oleh kampus, kami pun berangkat menuju posko pada hari Jum’at, 10 Januari 2020 dengan ...

Kesabaran seorang ibu

Gambar
Saya sadar bahwa saya tidak terlalu pandai bercerita. Namun izinkanlah kali ini saya ingin menceritakan kembali sebuah kisah yang pernah dituturkan oleh Bu Nyai Saudah disela-sela penjelasan beliau. Saat itu  Senin, 26 November 2018 pelajaran kitab Akhlaqul Banat ba’da Maghrib. Ketika belum ada pembagian kelas seperti sekarang ini. Semoga mbak-mbak yang ikut mengaji masih dapat mengingatnya kembali hehe. Kalaupun masih tetap tidak ingat juga, biar saya tebak mungkin pas lagi melamun atau malah jangan-jangan sedang ketiduran. Hehe. Tidak apa-apa saya sendiri juga sering kok ketiduran pas ngaji Ibuk. Lebih parahnya lagi tempat saya di barisan paling depan. Ups, keceplosan. Suatu hari pada zaman dahulu, ada seorang pemuda yang  penasaran ketika memandang kilauan di sebuah gunung. Saking silaunya pancaran itu membuat pemuda tersebut menuruti keingintahuannya. Dia pun pergi mendekati arah sinar itu yang ternyata berasal dari sebuah rumah. Di dalam rumah tersebut ternyata ada ...