Kobongan
Beberapa hari penuh drama. Yang pertama saat kami membersihkan perkakas kamar karena hendak kedatangan santri baru dari Trenggalek. Dengan sedikit terpaksa kami pun bangkit dari posisi ternikmat di dunia, rebahan. Merapikan kamar kemudian mencarikan lemari kosong, eh bukan. Mengosongkan lemari lebih tepatnya. Ngapain lemari di cari-cari orang udah ada di depan mata. Huhaha. Kami juga membereskan kabel-kabel yang berserakan. Memilah charger hape yang sudah rusak dan tidak digunakan lagi untuk dibuang. Saat itu berjumpalah kami dengan stopkontak (bahasa jawa : oler) yang sudah lama tak digunakan dan dinyatakan telah rusak. Ketika mengecek apakah stopkontak tersebut benar-benar sudah tidak dapat dipakai terjadilah hal yang tak diinginkan namun diinginkan terjadi. (Ini ngomong apa sih) Dengan menyolokkan stopkontak rusak itu ke stopkontak lainnya yang teraliri listrik kemudian mendadak aliran tersebut terputus begitu saja saat stopkontak rusak itu dicolokkan. Mbak Wi (nama samaran) ...