Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Ayah terhebat

Gambar
  Bapak... Sekarang anakmu sudah besar, sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah. Pak, mohon doa restunya ya pak... Doakan anakmu ini semoga bisa mengarungi  bahtera hidup rumah tangga yang harmonis seperti ketika bapak bersama ibu dulu Kelak ketika kami sudah 'sah' akan aku ajak menantumu datang kemari pak Aku ingin dia mengenal  bapak, betapa bapak adalah orang yang hebat "Iyo nduk tak restui... Ojo lali ditoto niate seng bener krono Gusti Allah. Dongoku wes melu dongone ibumu terus nduk" *** Tidak mengerti betapa kakak sangat kehilangan. Ketika wisuda terbayang foto bersama keluarga. Namun ternyata bapakmu pergi mendahului semua. Hanya foto yang bisa kau bawa ketika menghadapi hari-hari yang harusnya penuh suka cita. Tak mengapa. Sebab kau wanita yang kuat, kak. Dalam waktu dekat ini kau akan menjalani hidup yang baru. Dengan seorang lelaki pilihan Tuhan. Semoga bahagia senantiasa mendampingi langkahmu kemudian. Barakah, sakinah, mawadah warahmah fiddini wadduny...

Belum siap kehilangan (2)

Gambar
  Hari ini ku temukan suratmu.  Aku baru akan membongkar barang-barang ku hari ini. Aku juga habis mencuci lemari plastikku.  Hah apa nih? Aku kan gak pernah punya kertas kado yang coraknya seperti ini? Ah, paling isinya kitab ku yang belum dikembalikan. Eh, ternyata rapotku isinya. Haha. Siapa lagi yang suka iseng begini kalo bukan si Hestiana Roazah?! Cek lagi ah kertas pembungkusnya siapa tau ada suratnya. Loh...gaada. Pas gak sengaja mau iseng buka rapot malah ketemu suratnya. Sial potonya ditempel cuyy. Mana panjang bener suratnya. Gamau baca ah, ntar nangis lagi. Tapi gak lama kemudian si tangan malah meraih kertas itu dan mata tanpa bisa ku ingatkan lagi malah membacanya. Wih...sial aku menangis. Entah kapan kau meletakkannya. Btw kalo misal kardus-kardus ku ini jadi aku selotip kira-kira akan kau letakkan dimana ya? Hehe. Ternyata yang tidak rela bukan hanya aku kaupun sama. Sungguh tak pernah ku temukan sosokmu pada temanku yang lain. Yang selalu mengingatkan aka...

Belum siap kehilangan

Gambar
  Ternyata belum siap aku kehilangan dirimu  Belum sanggup untuk jauh darimu  Yang masih slalu ada dalam Hatiku...  *** Awalnya ku pikir aku tak kan bisa menangis kala hari itu datang. Namun, hari ini...hari itu telah datang. Malamnya saat aku menyiapkan segalanya, aku lakukan dengan terlihat riang seperti biasanya. Padahal hatiku sangat kacau. Aku bingung sekali.  Detik-detik saat ku berpamitan dengan kalian aku hampir tak bisa berkata-kata. Rasanya berat sekali mengucap maaf untuk kali terakhir di pondok impian ini. Iya, dulu aku selalu ingin berada di pondok ini. Namun kini telah berbeda, cepat atau lambat tentu aku akan pergi. Sebelum hari itu tiba, aku pernah membayangkan hari ini kemudian aku menitikkan air mata. Ah, mana mungkin aku bisa menangis dihadapan kalian.  Kalian telah berkumpul. Kalian adalah keluargaku, temanku, guruku, kakakku, adik-adik ku. Kalian segalanya bagiku bagaimana bisa aku tinggalkan. Berat sekali rasanya melontarkan kata maaf....