Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Bebas

Gambar
  Hai... Sudah satu bulan tepat kita tak pernah saling bertegur sapa. Kita tak pernah sepakat ataupun membuat perjanjian akan saling diam begini. Semuanya berjalan begitu saja. Bagaimana kabarmu? Apakah baik? Ataukah malah sudah mendapat pengganti diriku yang menyebalkan ini? 24 jam ke depan aku sudah tak tinggal disini lagi. Apakah besok kau akan tahu meskipun bukan aku yang memberitahumu?  Baru satu bulan tapi aku sudah menulis tentangmu lagi. Bagaimana bisa aku melewati hari-hariku bila tanpamu satu atau dua tahun kemudian? Padahal aku yang mengatakan pada diriku sendiri jika setidaknya aku ingin dua tahun lagi, biarlah kita tak saling sapa, biarkan aku menuntaskan mimpiku dan mimpi kedua orang tuaku dulu. Kau juga tuntaskanlah dulu cita-citamu. Jika kelak kau masih memiliki rasa yang sama denganku, mari saling berkabar lagi. Jika berjodoh aku mau didampingi olehmu. Jikalau tidak, tolong kabari aku jika kau telah menemukan pendamping hidupmu. Agar aku tak mengharap lagi. Ag...

Harapan

Gambar
Mari...berpisah secara baik-baik untuk kemudian berjumpa lagi di momen yang tepat. Mari...bertemu kembali setelah dua atau tiga tahun lagi. Mungkin itu waktu yang tepat dan aku sudah siap. Itupun jika kita masih sama dan kemudian ditakdirkan bisa bersama. Ah, bahkan aku tak mengerti apakah hanya aku yang menyukaimu. Kelak ketika aku paham aku mungkin hanya bisa tersenyum, getir. Kemudian merutuki diri yang bodoh yang padahal sudah mengerti bahwa kamu pun berpotensi menyakitiku. Aku tak ingin jatuh namun terlanjur jauh. Aku tak ingin berharap namun mengapa dalam pikirku kau menetap? Bahkan aku telah memiliki angan-angan kelak kita akan tinggal satu atap. Aku tak percaya bagaimana dirimu bisa sedemikian hebat. Melekat dekat rekat dalam ingat tak ingin terlepas. Meskipun kau tak memiliki rasa yang sama sepertiku, kau tetap harus mengakhiri hubungan ini denganku secara baik-baik. Karena aku tak ingin membencimu. Kau tahu? Bahkan aku tak ingin membencimu meski bukan aku yang kau pilih tuk j...