Harapan
Mari...berpisah secara baik-baik untuk kemudian berjumpa lagi di momen yang tepat.
Mari...bertemu kembali setelah dua atau tiga tahun lagi. Mungkin itu waktu yang tepat dan aku sudah siap.
Itupun jika kita masih sama dan kemudian ditakdirkan bisa bersama.
Ah, bahkan aku tak mengerti apakah hanya aku yang menyukaimu. Kelak ketika aku paham aku mungkin hanya bisa tersenyum, getir.
Kemudian merutuki diri yang bodoh yang padahal sudah mengerti bahwa kamu pun berpotensi menyakitiku.
Aku tak ingin jatuh namun terlanjur jauh.
Aku tak ingin berharap namun mengapa dalam pikirku kau menetap?
Bahkan aku telah memiliki angan-angan kelak kita akan tinggal satu atap.
Aku tak percaya bagaimana dirimu bisa sedemikian hebat.
Melekat dekat rekat dalam ingat tak ingin terlepas.
Meskipun kau tak memiliki rasa yang sama sepertiku, kau tetap harus mengakhiri hubungan ini denganku secara baik-baik.
Karena aku tak ingin membencimu.
Kau tahu? Bahkan aku tak ingin membencimu meski bukan aku yang kau pilih tuk jadi pendamping mu.
***
Satu hal. Aku masih percaya, bahwa jika kita berjodoh kelak maka Tuhan yang akan menuntun kita berdua bukan salah satu.
16/08/21



Komentar
Posting Komentar