Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ant yang malang

Di sebuah bangunan yang begitu luas hiduplah seekor semut. Semut itu bernama Ant. Dia hidup sendirian tak seperti semut-semut pada umumnya yang selalu berbaris rapi dengan banyak teman. Entah mengapa dia enggan bergabung dengan semut-semut yang lain. Dia pikir mereka bukan saudaranya. Beberapa waktu lalu Ant dan orang tuanya tertimpa musibah yang begitu besar. Dan musibah itu hanya menyisakan Ant. Ant berjalan seorang diri di lantai yang begitu luas. Dia tidak tahu betapa banyak bahaya yang bisa menimpanya jika hanya seorang diri. Akan lebih aman jika menggerombol dengan semut-semut lainnya. Namun Ant masih belum menyadarinya. Kehilangan kedua orang tuanya bukanlah hal yang menyenangkan. Ant seperti kehilangan arah dan tujuan hidupnya. Ketika Ant sedang tak berdaya terjadilah sesuatu yang aneh di perjalanannya. Ant mendapati sebuah gua di depannya. Dia penasaran hingga berusaha untuk masuk. Gua itu sangat kecil yang jika Ant masuk ke dalamnya maka gua tersebut sudah tak muat lagi b...

Kepada-Mu

Ku hanya diam sendirian Tak lupa tetap dengan ikhtiar Dan aku hanya akan menerima Bagaimana takdir akan membawa Bayannganku, angan-anganku, harapanku Semua ku lambungkan dalam lautan doaku Bukan aku tak ingin menerima apa keputusan-Mu Namun inilah yang bisa ku lakukan Hanya Engkau yang dapat memberikan keputusan terbaik Meski dalam doaku itulah pilihan terbaik Tiada sandaran melainkan hanya kepada-Mu Diri ini rapuh hanya mampu bersimpuh Gusti... mohon ampunilah Segala khilaf serta salah Hanya kepada-Mu aku meminta Hanya kepada-Mu mohon pertolongan

Aku yang salah

Untuk mu yang telah rela meluangkan waktunya untuk ku Terimakasih telah dengan tulus mau berbagi bahagia kepada ku Aku merasa tak pantas mendapatkannya Kau tetap melakukannya dengan suka cita Aku merasa kau begitu tulus mau berjalan denganku Mendampingiku saat tak ada satu raga yang mau mendekatiku Seolah aku ini hanyalah perusak momen bahagianya Meski tak dapat dipungkiri akulah orang yang mengabadikan momen itu Apakah aku selalu seperti ini ? Merasa terasingkan meski sedang tak diasingkan? Apakah begitu sulitnya aku membaur bersama kalian? Tapi mengapa kalian tak berusaha memecah kecanggungan itu? Aku memang tak pantas bergaul dengan kalian Itu memang seperti bukan diriku Maafkan aku karena banyak salah dalam bertingkah Maafkan aku yang banyak berpikir buruk pada kalian

Sebuah alasan kecil

     Hari ini saya dibuat geram dengan ajakan teman semasa nyantri di Kaliboto dulu. Kaliboto merupakan nama sebuah desa yang bertempat di pelosok Kabupaten Kediri. Pasalnya dia terus mendesak menyemangati ah, lebih tepatnya memprovokatori diri saya ini untuk ikut ngaji pasan disana.      Bukannya saya tidak mau namun saya masih belum berani bilang ke orang tua saya. Adapun karena faktor ekonomi di tengah pandemi wabah covid-19 ini yang membuat saya ragu-ragu hendak mengatakan niat baik saya ini.      Akan tetapi saya seperti telah menerima tawaran teman saya itu dengan menanyakan kitab apa saja yang hendak dikaji, mulai dari harga dan tetek bengek yang diperlukan ketika ngaji pasan di sana nanti.      Rumah saya dengan Pesantren di Kaliboto memang tidak begitu jauh, jadi Insyaallah aman-aman saja jika nantinya saya ingin ikut ngaji pasan di sana.      Bila saja saya bisa mengendarai motor dengan...