Sebuah alasan kecil
Hari ini saya dibuat geram dengan ajakan teman semasa nyantri di Kaliboto dulu. Kaliboto merupakan nama sebuah desa yang bertempat di pelosok Kabupaten Kediri. Pasalnya dia terus mendesak menyemangati ah, lebih tepatnya memprovokatori diri saya ini untuk ikut ngaji pasan disana.
Bukannya saya tidak mau namun saya masih belum berani bilang ke orang tua saya. Adapun karena faktor ekonomi di tengah pandemi wabah covid-19 ini yang membuat saya ragu-ragu hendak mengatakan niat baik saya ini.
Akan tetapi saya seperti telah menerima tawaran teman saya itu dengan menanyakan kitab apa saja yang hendak dikaji, mulai dari harga dan tetek bengek yang diperlukan ketika ngaji pasan di sana nanti.
Rumah saya dengan Pesantren di Kaliboto memang tidak begitu jauh, jadi Insyaallah aman-aman saja jika nantinya saya ingin ikut ngaji pasan di sana.
Bila saja saya bisa mengendarai motor dengan baik mungkin lain lagi ceritanya. Bisa jadi saya sudah nduduk dari rumah ikut ngaji di sana sejak sampai di rumah. Namun takdir berkata lain.
Teman saya itu seangkatan dengan saya. Dia berasal dari Jawa Tengah. Tiga tahun bersama menimba ilmu disana kemudian saya memilih pergi setelah tamat MAN ke Tulungagung untuk meneruskan pendidikan. Sementara teman saya nemilih salah satu kampus yang ada di Kediri.
Kuat sekali teman saya itu. Jarak kampus dengan kaliboto tidaklah dekat. Saya salut dengan dia. Sepanjang sejarah belum ada yang pernah sampai tamat lulus dari kampus dengan tetap bertahan di pesantren itu. Lain lagi kalau yang putra, saya sedang tidak membahasnya.
Sebenarnya semua kampus itu sama saja bagi saya. Salah satu yang menjadi alasan kenapa saya memilih Tulungagung untuk melanjutkan pendidikan adalah sederhana yaitu saya ingin belajar di tanah orang yang agak jauh dari rumah.
Entahlah, saat itu saya hanya memiliki alasan ya cuma itu. Saya ingin merasakan gimana sih jadi anak rantau. Di Pesantren Kaliboto tersebut adalah kali pertama saya belajar meninggalkan rumah.
Itupun karena keinginan dari Ibuk saya. Terimakasih Ibuk telah mengenalkan saya dunia pesantren yang ternyata begitu menakjubkan. Terimakasih Ibuk, berkat di kirimkannya saya di pesantren saya jadi bisa belajar mandiri.
Komentar
Posting Komentar