Belum siap kehilangan
Belum sanggup untuk jauh darimu
Yang masih slalu ada dalam
Hatiku...
***
Awalnya ku pikir aku tak kan bisa menangis kala hari itu datang. Namun, hari ini...hari itu telah datang. Malamnya saat aku menyiapkan segalanya, aku lakukan dengan terlihat riang seperti biasanya. Padahal hatiku sangat kacau. Aku bingung sekali.
Detik-detik saat ku berpamitan dengan kalian aku hampir tak bisa berkata-kata. Rasanya berat sekali mengucap maaf untuk kali terakhir di pondok impian ini. Iya, dulu aku selalu ingin berada di pondok ini. Namun kini telah berbeda, cepat atau lambat tentu aku akan pergi.
Sebelum hari itu tiba, aku pernah membayangkan hari ini kemudian aku menitikkan air mata. Ah, mana mungkin aku bisa menangis dihadapan kalian.
Kalian telah berkumpul. Kalian adalah keluargaku, temanku, guruku, kakakku, adik-adik ku. Kalian segalanya bagiku bagaimana bisa aku tinggalkan. Berat sekali rasanya melontarkan kata maaf. Sungguh begitu berat. Ya Rabb aku benar-benar berada diposisi itu sekarang. Apa yang harus ku katakan?
Kemudian dengan sekuat tenaga ku paksakan mulut ini melepas maaf bersama derai air mata. Aku tak pernah menduga ini akan terjadi. Aku menangis didepan kalian semua tanpa bisa membendungnya. Setiap kali ku mengulang kata maaf dan segala yang mengikutinya derai air mataku semakin menjadi-jadi.
Malu sekali. Bagaimana bisa aku yang biasa menangis di pojok ruangan, di kamar mandi, di atas bantal, di balik selimut... Kini menangis didepan kalian. Hah...bagaimana bisa.Tentu saja bisa. Artinya aku belum siap meninggalkan kalian tanpa disadari.
Saat orang lain yang pergi entah kenapa aku sama sekali tak dapat mengeluarkan air mata. Mungkin itulah sebabnya aku pikir ketika aku yang pergi juga akan seperti itu. Tapi aku salah.
Maafkan aku.
Aku benar-benar minta maaf.
Begitu banyak kesalahan yang ku perbuat atas kalian.
Entah sengaja atau tidak saat aku berkata, saat kita bercanda ada yang merasa tersakiti tanpa ku ketahui.
Aku sadar, aku yang lebih tua ini dan yang lebih dulu tiba tentu lebih banyak bicaranya daripada kalian yang masih baru. Aku minta maaf.
Aku juga memohon dengan sangat, tolong halalkan barang kalian yang telah aku pinjam dan aku minta sebelum izin kepada kalian. Entah itu timba, sandal, gelas, sajadah, Al-Qur'an, dziba', dan lain sebagainya semuanya.
Saat senang aku mudah sekali mengiyakan keinginan kalian yang tanpa ku sadari itu menjadi sebuah janji. Tolong ingatkan saja aku bila aku mempunyai janji yang belum ku tepati kepada kalian yang mungkin saja aku terlupa.
Begitupun sebaliknya, saat sedang kesal aku begitu mudah berkata kasar ataupun kotor serta menolak ajakan kalian dengan begitu menyebalkan. Maafkan tabiatku yang seperti itu.
Aku pamit.
***
Seiring berjalannya waktu dan berbedanya tempat tentu akan membuat renggang. Mari tetap memperkuatnya. Bila dirasa merepotkan chat pribadi untuk sekadar sapa, maka biarlah story kontakmu yang mewakilinya.
***
For : Keluarga Gotak Purba yang masih tersisa
Subject : Ucapan Terimakasih
______________________________________
Kalian adalah manusia terlama yang menemaniku selama diri ini berada di pondok impian itu. Terimakasih telah menerima kurangnya diri ini ketika menjadi temanmu.
______________________________________
Iya...tidak apa-apa kalau ternyata kau pulang terlebih dulu sebelum kepergian ku. Terimakasih telah menyempatkan foto berslempang ini. Semoga nanti kita masih bisa foto lagi memakai slempang dan kebaya serta toganya ya... :)
Terimakasih juga sudah menemaniku di minggu-minggu terakhir ku. Mengantarku bolak-balik menuju kampus. Maaf, belum sempat ku mengantarmu menumpuk skripsi aku sudah pergi.
Mari kita perjuangkan cita-cita yang baru setelah ini. Aku dengan cita-citaku, kamu dengan cita-citamu. Tak melulu harus bersama. Semoga sukses kedepannya.
Semangat terus ya da...i love you <3
Aku akan selalu merindukanmu. Akankah ada lagi suatu pagi menyeduh secangkir minuman panas bersamamu T.T
Sepurane mesti njaluki teh/gulomu.
Aku ingin melihat dan mendengarmu nderes kemudian minuman panas mengepul disebelah mu. Itu indah sekali.
Jangan hilangkan Amigurumi hewan peetamaku itu ya. Rawat baik-baik!!
Hai pi'ohhh entah kapan terakir kali kita foto berdua. Aku pasti rindu ocehanmu saat menjelaskan sesuatu.
Orang paling repot sepondok ya ini dia. Hehe. Orang hebat dia itu heran kok bisa. Gatau mau bilang apalagi saking kagumnya. Beneran loh pik aku gak gombal. Kamu tu bagiku wes hebat banget. Entah kehidupan yang bagaimana yang kamu lewati dulu sehingga kamu bisa punya pikiran sedewasa itu. Gatau pik, aku kok masih gini aja. Pokok e lop yu~
My BESTie Hesti.... Aku masih tak bisa melepasmu. Aku tak ingin berpanjang lebar sebab aku pasti menangis.Kau juga boleh mengirimiku pesan iseng. HAHA TERSERAH.
-end-
Sebenarnya masih ingin ku beri tambahan bonus foto2 orang yang yah entahlah tapi sepertinya besok saja.
Kepergianku 30/08/2021
Catatanku 01/09/2021






Dasar gembengan
BalasHapus