Bumiku yang malang

Kemarin kujejaki tanah gembur itu
Kurasakan betapa ia menangis pilu
Ku lihat ia merintih bagai diiris sembilu
Mengaduh tertahan tertimpa buldoser
Berteriak tanpa kata dan suara tereja

Akankah ku lihat lagi bumiku yang asri usai pembangunan nanti
Akankah banjir menggenangi sebab berhektar-hektar tanah terlapisi
Akankah dapat ku jumpai keheningan tentramkan hati esok hari
Aku hanya diam menerawang
Menatap kosong lahan yang telah diratakan

Diktator itu dengan penuh paksa meminta
Tak bisakah sesuatu kau cipta tanpa hancurkan bumi kita
Bukankah kita hidup di bumi yang sama
Lalu mengapa kau tega memporak porandakan semuanya
Tak sadarkah kau



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dapat teman baru

Belum siap kehilangan (2)

Pengen boker