Khayal
Ada yang singgah lalu pergi tanpa meninggalkan goresan luka dan masih bisa berteman baik
Ada pula yang singgah lalu enyah dan meninggalkan rasa bersalah, seperti ada tapi tiada
Mengapa begitu mudah kau datang lalu pergi sesuka hati
Sedangkan aku ingin pergi, tapi sulit sekali
Entah mengapa seperti ada rasa bersalah terus menetap dalam diri
Bagaimana ku bisa lari pergi jauh?
Ah, memang benar...
Kau akal dan aku perasaan
Ayolah...
Tolong ajarkan aku menggunakan akal tanpa perasaan!
Aku tahu pergi bukan cara yang terbaik
Semua sudah terlanjur
Maafkan diri yang kerap berkata hingga tinggalkan luka
Kecanggungan ini adalah salahku
Entah, apakah aku dapat mencairkannya
Apakah kita dapat berteman lebih baik lagi setidaknya
Haruskah ku mencairkannya ataukah membiarkannya hingga waktu yang cairkan segalanya?
Ada pula yang singgah lalu enyah dan meninggalkan rasa bersalah, seperti ada tapi tiada
Mengapa begitu mudah kau datang lalu pergi sesuka hati
Sedangkan aku ingin pergi, tapi sulit sekali
Entah mengapa seperti ada rasa bersalah terus menetap dalam diri
Bagaimana ku bisa lari pergi jauh?
Ah, memang benar...
Kau akal dan aku perasaan
Ayolah...
Tolong ajarkan aku menggunakan akal tanpa perasaan!
Aku tahu pergi bukan cara yang terbaik
Semua sudah terlanjur
Maafkan diri yang kerap berkata hingga tinggalkan luka
Kecanggungan ini adalah salahku
Entah, apakah aku dapat mencairkannya
Apakah kita dapat berteman lebih baik lagi setidaknya
Haruskah ku mencairkannya ataukah membiarkannya hingga waktu yang cairkan segalanya?
Mantap 👍
BalasHapus