Malam yang mencekam

Mama, aku takut mama
Disini sendiri tanpa seorang pun yang temani
Mama, lekaslah kembali dan jangan terlalu lama mama
Mama, meskipun aku bisa mengatakan bahwa yang ku takuti hanyalah Dia Sang Pencipta alam semesta, namun dalam jiwaku masih juga merasa khawatir dan juga cemas

Tadi hujan begitu lebat disertai angin dan petir yang menggelegar
Kini angin masih saja bertiup menderu-deru mama
Di sekitarku hanyalah gelap dan suara-suara itu menggangguku
Mama, tak bisakah kau percepat langkahmu untuk segera kembali
Mama aku mohon...

Mama, ketika nanti aku telah tiba di ujung ketakutanku aku harus berbuat apa mama
Apakah dengan berteriak akan menghilangkan rasa takutku
Apakah dengan menutup wajah dengan kedua tanganku akan menyelesaikannya
Apakah dengan menutup mata dan telingaku dapat mengenyahkan segalanya
Oh, mama....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dapat teman baru

Belum siap kehilangan (2)

Pengen boker